As the world's most popular sport, soccer is definitely interesting untuk dibahas dari sudut manapun. Mulai dari klub/negara mana yang paling jago, pemain mana yang paling hebat, pelatih mana yang paling jeli sampai club owner mana yang paling royal belanja pemain. Tapi sangat jarang ada ulasan mengenai fans, thus, this article is dedicated to those who love the sport.
Inggris terkenal dengan suporternya yang sangat fanatik sampai disebut hooligans karena sering bikin rusuh hanya karena masalah sepakbola. Sampai timbul ungkapan "You can change you wife, you can change your religion, but you will never change your club." But not all of the fans are hardcore fans. Berikut adalah pengamatan pribadi penulis sekaligus dari beberapa sumber buku mengenai soccer mengenai jenis-jenis fans yang ada:
1. Fanatik karena alasan geografis
Kalau melihat tim seperti AC Milan, MU, Barcelona, Real Madrid bisa mempunyai fans yang begitu banyak tentu saja bukan sesuatu yang aneh melihat prestasi mereka di dunia international. Tapi kalau tim seperti Cesena, Crewe Alexandra, Extremadura dan sejenisnya bisa memiliki peggemar, nah itu baru unik. Selidik punya selidik most of their fans are local people who live around their homebase. Jadi lebih karena fanatisme geography dan bukan karena segi prestasi. Tipe fans seperti ini biasanya setia tidak tergantung dari prestasi tim yang didukung.
2. Monogamous Fanatism
Fans ini cuman bisa cinta kepada 1 tim saja, entah dengan alasan apapun, bahkan tim seperti MU bisa memungkinkan memiliki fans jenis ini di luar wilayah Manchester atau bahkan di luar negri seperti di Indonesia. Fans jenis ini cinta mati hanya untuk 1 tim saja, tidak ada cadangan tim lain atau berpindah-pindah tim karena prestasi yang naik turun. Akupun termasuk jenis yang ini. Cinta matinya hanya untuk AC Milan (atau Italy kalau timnas), aku pernah coba untuk nonton tim lain, hanya saja tetap tidak ada greget...tidak ada sport jantung...tidak ada keringet gugup...datar..just enjoy the game. My heart already belongs to one team and one team only. Biasanya cinta awalnya karena prestasi atau permainan tim yang bagus, baru setelah "jatuh cinta" prestasi dan fanatisme jadi tidak ada relevansinya lagi. Makanya jarang sekali ada Southampton Fans Club di Indonesia, ataupun Bologna Indonesian Fans Club. Mereka gagal atau sulit untuk membuat orang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama.
3. Polygamous Fanatism
Nah, yang ini unik. Fans jenis ini bisa "jatuh cinta" pada lebih dari 1 team. Jadi bisa menjadi fans Arsenal di Liga Inggris tapi juga fans Juventus di Liga Italia. Atau kalau yang lebih nyeleneh bisa 2 tim di liga yang sama, semisal menjadi fans AC Milan dan Inter Milan. Jujur saja, aku pun tidak mengerti bagaimana bisa seseorang meletakkan hati di 2 tempat, apalagi yang saling bersaing, walaupun pada kenyataannya ada.Tidak jarang juga fans jenis ini berpindah-pindah team tergantung dari prestasi. Jadi seperti akhir-akhir ini pastilah fans Barcelona dan Spanyol jenis polygamous semakin menjamur, sama seperti fans Manchester United atau Chelsea pada 5-6 tahun yang lalu. Jadi ada kemungkinan 4-5 tahun ke depan polygamous fans Manchester City dan PSG bisa menjamur bila mereka menuai prestasi yang baik secara konsisten.
4. Que Sera Sera
Kalau jenis yang ini, fans yang masa bodo. Mau sapa yang menang atau kalah ga peduli yang penting pertandingannya yang menarik, banyak gol, banyak drama. Fans jenis ini tidak akan mengerti atau tidak mudah jatuh hati pada 1 team manapun.
For now, that's all I can tell, I have no clue if there is other kind of fandom out there. So which one are you?
Life is a matter of adjusting ourselves. Just like a pendulum swaying left and right until it reaches its equilibrium, life has to reconcile idealism and reality to find a perfect mixture of both that we can live on.
Monday, October 1, 2012
Sunday, August 26, 2012
Tuhan Omnipotent...Really??
Kemarin Minggu ikut kebaktian di gereja GKA Trinitas. Tema yang dibawakan mengenai 3 karakteristik Tuhan yaitu Omnipotent (Maha Kuasa), Omniscience (Maha Tahu), dan Omnipresent (Maha Hadir). Benar-benar khotbah yang padat untuk tema yang cukup berat. Memasuki pembahasan mengenai karakteristik Tuhan yang pertama yaitu Omnipotent, pengkhotbah mengatakan bahwa ada suatu pertanyaan yang dilontarkan mengenai karakter yang satu ini, yaitu "Bila Tuhan itu Maha Kuasa, bisakah Dia membuat suatu batu yang besaaarrr sekali sehingga Dia tidak bisa mengangkatnya?" Apapun jawaban dari pertanyaan itu (ya/tidak) akan menunjukkan ketidak Maha kuasaan Tuhan. Suatu dilema bagi orang Kristen untuk mengakui bahwa Tuhan tidak Maha Kuasa.
Itu membuat aku untuk berpikir...how should I answer that question if it was being asked to me? After some thinking processes being done in my mind (sorry, sempat wandering around pikirannya gara2 pertanyaan tsb jadi ada beberapa point di khotbah Minggu malah terlewatkan gara-gara asyik dengan pikiran sendiri hehehe), aku mungkin akan menjawab "Tidak!" Kalau begitu apakah berarti Tuhan tidak Maha Kuasa? Ada limit terhadap kuasa-Nya? Jawabanku: YA!
Menurutku Tuhan memang terlimit oleh DiriNya Sendiri. Apakah mungkin Dia membuat sesuatu yang lebih besar dari DiriNya?
He is limited to Himself...why are we so afraid to say that He is limited? He is limited to logical rules that He made Himself.
Contoh limit2 yang lain, apakah bisa Tuhan membuat segitiga yang tidak mempunyai sudut? Atau membuat lingkaran yang memiliki sudut? Aku rasa tidak bisa..
Of course Tuhan bisa membuat banyak miracles yang no human can do..contohnya mengubah air menjadi anggur...berjalan di atas air...dll tapi semua mujizat itu tidak melanggar logika hanya melanggar hukum fisika (alam). Tapi belum ada mujizat yang melanggar logika seperti contoh di atas.
Well, semoga aja aku tidak menyesatkan orang dengan artikel ini hehehehe...sorry kalau salah..
Itu membuat aku untuk berpikir...how should I answer that question if it was being asked to me? After some thinking processes being done in my mind (sorry, sempat wandering around pikirannya gara2 pertanyaan tsb jadi ada beberapa point di khotbah Minggu malah terlewatkan gara-gara asyik dengan pikiran sendiri hehehe), aku mungkin akan menjawab "Tidak!" Kalau begitu apakah berarti Tuhan tidak Maha Kuasa? Ada limit terhadap kuasa-Nya? Jawabanku: YA!
Menurutku Tuhan memang terlimit oleh DiriNya Sendiri. Apakah mungkin Dia membuat sesuatu yang lebih besar dari DiriNya?
He is limited to Himself...why are we so afraid to say that He is limited? He is limited to logical rules that He made Himself.
Contoh limit2 yang lain, apakah bisa Tuhan membuat segitiga yang tidak mempunyai sudut? Atau membuat lingkaran yang memiliki sudut? Aku rasa tidak bisa..
Of course Tuhan bisa membuat banyak miracles yang no human can do..contohnya mengubah air menjadi anggur...berjalan di atas air...dll tapi semua mujizat itu tidak melanggar logika hanya melanggar hukum fisika (alam). Tapi belum ada mujizat yang melanggar logika seperti contoh di atas.
Well, semoga aja aku tidak menyesatkan orang dengan artikel ini hehehehe...sorry kalau salah..
Subscribe to:
Posts (Atom)